Kamis, 18 Februari 2010

MENUNGGU MENYAKSIKAN

Bilakah teriak sisi hatiku menembus tembok tembok keangkuhan
Setiap peristiwa mematuk jiwa terpantul kuat melumpuhkan sunsum ketegaran
Berlagak dewa menebar pesona membingkai kemunafikan mengaburkan nista
Pagi berpijak menanam biji petuah membius kekosongan
Tertawa tanpa batas menghujam telinga telinga hampa meradang
Jika kebencian menyemburkan abu panas kemata hingga jiwa
Memang kaukah itu....
Raga terhomat , semestinya sekeliling merendahkan sekejur tubuh dan nyawanya
Memang kaukah itu...
Untaian waktu terlindas bau busuk jejak kaki
Aroma ruang terselimut suka membalut duka
Memang kaukah itu ....
Sungguh dibatas waktu kumenuggu
Menyaksikanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar